Mendalami di balik sebuah rasa

Hai jumpah lagi sama aku…. Entah mengapa setelah UAS kok pikiranku melayang layang pengen posting melulu. Jadi aku putusin hari ini buat posting apa yang ku pikirkan selama berbulan  bulan ini. Nah pertama-tama aku akan mengawali


Tentang cinta, tak ada sesuatu di dunia ini yang tak di awali dengan cinta. Tak kecuali Islam. Islam adalah salah satu agama yang menjunjung tinggi makna dari cinta. Semua ini dapat kita petik dari suri tauladan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Beliau dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang Rasul yang menyelamatkan umatnya dari jalan yang gelap menuju jalan yang terang selalu berupaya dengan jalan cinta. Ini semua terbukti dari sabda sabda beliau yang selalu mengandung unsur cinta, kasih sayang, persahabatan dan kelembutan.

Tanpa semua unsur tersebut mana mungkin beliau dapat menuntun umat yang sekian banyak dari penjuru dunia untuk mengikuti ajarannya. semua orang benci kekerasan, semua orang ingin perhatian, semua orang memiliki hati nurani Coba bayangkan jika beliau tidak memiliki unsur unsur tersebut, mungkin orang enggan mengikuti beliau. Inilah salah satu sabda beliau dalam mengajarkan agama islam.

” tidakkah di katakan beriman seseorang di antara kalian sampai ia bisa mencintai sesuatu yang ada pada kawannya layaknya seperti mencintai sesuatu pada dirinya.”

Oleh karena itu jika ada penganut atau hamba dari agama ini yang melakukan teror atau penindasan terhadap orang lain mengatas namakan agama ini maka ia termasuk orang yang keliru. Islam tidak pernah menjadi agama teroris dan tidak akan pernah menjadi agama teroris.islam hanya membenarkan untuk membalas, bukan untuk maju atau menyerang terlebih dahulu. Lihat betapa indahnya agama ini? Bisakah semuanya memetik makna dari penjabaran di atas? Tapi kenapa agama yang indah ini menjadi tercoreng bahkan tercap sebagai agama teroris?. Masya Allah……

Tapi ada yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah nasib dari sebuah kata cinta. Pernah dengar nggak kalo ada orang yang bilang ” aku benci cinta ” akibat dia dikhianati pacarnya. Menurutku dia tak seharusnya menyalahkan cinta seharusnya dia menyalahkan pacarnya dan jangan libatkan dengan kata cinta. Cinta kan bukan berarti ke pacar doang, cinta itu bisa ke Tuhan,orang tua, kakak-adik, dll. Bahkan ada yang bilang ”cinta itu munafik”. Cinta itu nggak munafik yang munafik itu yang menjalaninya. Kasihan yaa nasib kata ” cinta ” ini dia kok di hina-hina kayak gini padahal Nabi saja sangat mendalami sebuah makna di balik sebuah kata dan rasa CINTA

Iklan

59 thoughts on “Mendalami di balik sebuah rasa

  1. Nafi' Abdul Hakim berkata:

    sejak kapan kamu tu mendalami sebuah rasa..
    ciye…??
    sama sapa ni ye…??
    sama L ya…???
    kemajuan ESTU tau tentang hadist dan sebagainya…
    GAYA..
    he..he..he..
    enak lho aku ke Hi Tech Tadi…
    ketemu ma mas NDOP…??
    ciakakakaka

  2. Rossa berkata:

    ” tidakkah di katakan beriman seseorang di antara kalian sampai ia bisa mencintai sesuatu yang ada pada kawannya layaknya seperti mencintai sesuatu pada dirinya.”

    setuju bgt.

  3. aR_eRos berkata:

    *menanti cintanya Estu, hallah *ditimpuk sendal

    bohong besar kalo ada orang yang mengatakan ‘aku benci cinta’ karena hatinya pasti sangat membutuhkan cinta dan akan tetap mencari dan menanti cinta. seperti sayah menanti cintanya Estu *ditimpuk sendal (lagi)*

  4. aribicara berkata:

    Wah… Ngomongin beginian aku jadi MAyuuuu… 😀

    Udah lewat masa2 Beginian…. :))

    Tidak ada cinta yang Munafik… Yg Munafik tuh orangnya :)) *dah tau ya ///:)

  5. omiyan berkata:

    …Entah mengapa setelah UAS kok pikiranku melayang layang pengen posting melulu. ….itu namnya nyandu ngeblog heheheh

    ya bila kita mempelajari Agama Islam dengan benar maka sesungguhnya tidak ada kekerasan didalamnya justru Islam sendiri menjunjung tinggi akan kasih sayang sesama mahluk …Islam adalah Rahmatan Lilalamin..rahmat bagi seluruh alam..

    tulisan kamu bagus de…ikutan IBSN ga…ayo ikutan de

  6. our berkata:

    cinta…rasa…gak pernah bisa diungkapin dengan kata2 yang hanya terdiri dari 24 huruf indonesia/bahasa inggris/bahasa hati sekalipun tralu dalem booo…hehehe…

  7. Odie berkata:

    Islam tidak pernah menjadi agama teroris dan tidak akan pernah menjadi agama teroris.islam hanya membenarkan untuk membalas, bukan untuk maju atau menyerang terlebih dahulu.

    yup, biasanya ada teroris yang mengatas namakan Islam, kenapa?? karena dia ingin Islam mendapat CAP sebagai agama paling Biadab!!
    padahal, tindakan dia yang lebih biadab…

  8. our berkata:

    apakah aku udh pernah mampir di tulisan ini? weleh weleh aku lupa
    lanjut…
    duhhh…yang lagi ngomongin cinta cie cie..suit suit…ihuy…(komentar ga penting) 😛

  9. arvizu berkata:

    akibat dia dikhianati pacarnya. Menurutku dia tak seharusnya menyalahkan cinta seharusnya dia menyalahkan pacarnya dan jangan libatkan dengan kata cinta.

    salahkan diri sendiri dulu sebelum menyalahkan orang lain ^^v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s