Rona Cahaya Mentari

 

Setiap titik hujan berpijak

Menendai setiap goresan pena ini

Terbesitku dalam angan

Ingin menyatu dengan rintik itu

Rintik yang penuh perih

Terselimutkan di pilar pilar awan hitam

Desah air menyatu ke permukaan tanah

Mengukuti setiap tetes perasaanku

Ku pejamkan mata sejenak

Usah menjelang seluruh duka

Merangkai tangisanku yang terpecah ruah

menyatu di setiap getir luka hati

Wajah nan  sayu lambang keletihan jiwaku

Laksana tetesan air hujan

Yang tak rela untuk jatuh ke bumi

Teriakku dalam hati

Akankah ku menjalani penantian yang semu ini

Titik hujan merajang jiwaku

Kenapa mentari itu tak kunjung kemari

Membiaskan rona cahayanya

Haruskah jiwa ini bertahan tanpa arah yang pasti

Menunggu mentari itu memalingkan cahayanya

Ataukah harus ku musnahkan angan untuk mengejarnya

Andai mentari itu memancarkan pesonanya

Akan ku sambut hangat sentuhnya

Di altar suci nan indah athena

Mendekap erat jiwanya yang sunyi

Dikala ia terbit dari ufuk timur

Derai canda akan ku hiaskan untuknya

Namun mentari itu tak kunjung datang

Bayangnya terbawa deras rintik hujan

Aku menangis, aku terjatuh , aku tak kuasa lagi

Rintik hujanpun kian menderas

Pilar pilar hitam kian menyonsong satu sama lain

Akankan penantian ini hanyalah mimpi

Yang melelapkan sukmaku untuk sesaat

Ataukah mengantarku dalam keabadian yang sunyi

Pagi itu semua terasa sangat  perih

 

 

Iklan

78 thoughts on “Rona Cahaya Mentari

  1. che gunkxi berkata:

    Biarkan rambutmu basah..
    dalam linangan titik hujan..
    mentari selalu merindukan..
    jiwa-jiwa yang teduh..
    agar ia bisa menghangatkannya..

    Pusi yang bagus non..
    aku paling suka kata”titik hujan merajang jiwaku”
    yup 😀

  2. wahab berkata:

    carilah teman yang bisa menemanimu, megajakmu menuju kebenaran dengan cahaya dan kebajikan.
    salam kenal aja…………..

    moga esok hari berbahagia,,,,,,,,,

    u kesepian za…???, tuhan selalu bersamamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s